[BREAKING NEWS] PASAR INDUK BONDOWOSO TERBAKAR

Mungkin berita yang aku post kali ini melenceng dari apa yang biasa aku update. Tapi, ini adalah curahan hati aku tentang musibah yang melanda kota tempat aku tinggal dan juga keluargaku. Mohon doanya semua. :’)

Kamis, 11 September 2014 – Jumat, 12 September 2014.

Duka mendalam bagi pedagang serta warga Bondowoso.

Tadi malam (tepatnya sekitar jam 11 malam), Pasar Induk Kota Bondowoso kebakaran. Dan menurut berita yang aku dapat, kebakaran disebabkan karena travo di lantai dua yang putus dan meledak. Berhubung disekitar travo itu banyak kabel, percikan apinya menjalar ke kabel dan menyebabkan kebakaran. Ditambah lagi angin yang memang gede banget, api dengan cepat melahap bagian-bagian pasar dari ujung sampai ujung lagi. Deretan los-los di lantai atas itu yang pertama kali terbakar. Terutama yang dibagian jagal sapi dan juga yang jual bumbu-bumbu masak. Dan salah satu dari los itu adalah los punya bapak aku. :’)

Bapak aku sudah lama banget kerja sbg pedagang daging sapi disana. Dan semalem sekitar jam setengah 12 pas orangtuaku mau tidur, bapak dapat telpon kalau pasar kebakaran dan deretan losnya bapak yang paling parah. “Pak, pasare kobong!” “Kapan?!” “Saiki, Pak!” Kira-kira kayak gitu itu percakapan yang diterima bapak sebelum mama sama bapak pergi ke pasar buat ngelihat keadaan dan nyelametin apa yang sekiranya masih bisa dibawa pulang. Soalnya bapak ingat, disana bapak ninggalkan banyak barang.

Pas sampai di pasar, orangtuaku benar-benar kaget lihat api yang sudah memenuhi hampir semua bagian pasar. Disana gelaaaaapp banget, gitu kata mama. Gelap karena emg sudah malam, dan juga gelap krn asap yang terus mengepul dari setiap bagian pasar. Untung aja orangtuaku bawa senter. Ya dengan mengandalkan penerangan kecil dari senter, mereka berdua lari menuju losnya bapak.

Api sudah dimana-mana, penglihatan terbatas, jeritan para pedagang, suara orang nangis, orang yang pingsan, bau benda-benda yang kebakar yang benar-benar ganggu penciuman banget, suasana kayak gitu benar-benar bikin orangtuaku nggak bisa berpikiran dengan cepat lagi. Dan parahnya, ternyata gerbang yang menghubungkan bagian bawah dengan tangga itu digembok. Hal itu yang jadi penyebab banyak pedagang yang sesama tukang jagal sapi temannya bapak ogah dan nggak bisa buat naik ke atas. Apalagi bagian atap dan tiang-tiang penyangga mulai runtuh dan jatuh disekitar tangga. Kata mama itu benar-benar mencekam, banget.

Sampai akhirnya mama ingat sesuatu, mama nelpon tante dan nyuruh tante sama om buat datang ke pasar. Maksudnya sih buat bantu bapak bawa barang-barang diatas.

Dan setelah om sama tante datang, om sama bapak nyoba buat ngedobrak gerbang yang kegembok tadi. Cukup susah, tapi alhamdulillah bisa. Ya dengan bermodalkan senter yang dibawa mama tadi, bapak sama om naik ke atas dan ngelihat kalau los punya bapak sudah hampir ludes. Tapi alhamdulillahnya lagi, setelah bapak sama om buru-buru kesana, mereka berdua masih bisa nyelametin sekitar 40kg daging sapi. Tapi barang-barang lainnya seperti timbangan, plastik, pisau, dsb, itu nggak bisa diselametin. Pas bapak sama om turun buat ngasih daging ke mama dan tante, bapak sama om niatnya mau balik lagi ke atas buat nyelametin timbangan sama pisau yang emg harganya nggak bisa dibilang murah. Tapi mama sama tente ngelarang, jelas lah, soalnya atap-atap itu sudah hampir runtuh semua. Dan akhirnya mereka berempat pulang ke rumah.

Satu yang bikin aku kesal sama orangtuaku, kenapa mereka nggak bangunin aku pas dapat info kalau pasar kebakaran? Aku sama adikku baru dikasih tahu tentang hal ini pas kita bangun sekitar hampir jam setengah lima pagi, pas kita mau sholat subuh mama baru bilang. Dan ya, haha, aku kan emg cengeng ya aku langsung nangis di musholla habis sholat lol.

Paginya, pas aku mau berangkat sekolah bapak pulang. Ternyata bapak habis dari pasar lagi dan nyoba buat nyelametin barang-barang lain. Dan ternyata bapak dapat empat timbangan (tiga timbangan duduk dan satunya timbangan gantung), tapi sayangnya pisau punya bapak yang jumlahnya belasan itu nggak bisa diselametin lagi. Bukan nggak bisa sebenarnya, cuma kalaupun diselametin pisau itu nggak bakalan berfungsi, soalnya sudah bengkok dan nggak lagi menggambarkan kalau itu pisau.

Well, pas mau berangkat sekolah aku masih nyempetin diri buat nengok gimana keadaan pasar. Dan ternyata bukan semua bagian pasar yang kebakar, bagian luarnya nggak kenapa-kenapa, tapi bagian dalamnya hangus semua. :’D Di sekolahpun peristiwa kebakarnya pasar ini jadi TTWW #eaaa. Semua-semua pada ngomongin hal itu. Dan itu bikin aku makin nyezek aaaaaaaaaaaa T___T

Pas pulang sekolah aku sama tante lagi-lagi nyempetin diri buat nengok keadaan pasar. Tapi kali ini kita nyempetin buat jalan-jalan buat masuk dan melihat keadaan lebih mendetail. Dan ternyata, YA ALLAH, aku Cuma bisa ngelus dada pas lihat secara langsung. :’D

Semuanya hancur, tinggal beberapa tiang yang sudah bengkok dan hampir rubuh. Barang-barang yang terbakar, kucing-kucing (entah siapa yang nyelametin) yang sudah sembunyi dibawah kursi atau didalam kardus, baju-baju yang harusnya digantung buat dijual sekarang jadi tumpukan asap, wajan dan segala alat masak yang harusnya mulus sekarang tinggal separuh-separuh dan itupun sudah gosong, bahan pangan yang sudah terbakar, dan masih banyaknya api yang belum dipadamkan krn para pemadam yang kewalahan buat madamin apinya (padahal pemadamnya sudah gabungan antara Bondowoso sama Jember loh). Bisa dibayangin kan gimana keadaan disana? Sudah lebih dari 12 jam dan api masih belum sepenuhnya dipadamkan. Tapi dari semua itu, yang terpenting buat aku ya cuma satu, ‘tempatnya bapak kerja sudah hangus.’ :’D Hal itu yang sampai saat ini masih menghantui pikiranku.

Emg nggak ada korban jiwa dari peristiwa ini, tapi kerugian bisa kita perkirakan sampai milyaran rupiah. Dan krn angin yang gede banget kayak gini, bisa saja api nyebar lagi dan bikin kebakaran yang lebih we o we dari hari ini.

Teruuuussssss. Sekarang aku pengen ngasih beberapa foto yang sempet aku ambil pas jalan-jalan sepulang sekolah tadi. Nggak banyak kok, tapi cukup akurat dan meyakinkan kalau ini bukan hasil rekayasa/? *apasih-_-

Ahandayy_0301

disini tadi jelas banget kalau tadi apinya masih nyala.

Ahandayy_0300

disini seng-seng yang jadi atap udah runtuh semua.

Ahandayy_0299

kalau gambar itu diteruskan ke kanan, ada jalan menuju tangga buat naik ke lantai atas. tempat yang paling parah terbakarnya. termasuk salah satunya deretan losnya bapak.

Ahandayy_0297

tulisan ‘pintu masuk’nya sudah hancur :’D

Ahandayy_0296

disekitar tempat sampah itu buanyak banget buah-buahan yang sudah gosong.

Ahandayy_0295

disini hancur. bener-bener hancur dan nggak tersisa apa-apa lagi. :’)

Ahandayy_0294

ini kalau nggak salah didekat losnya pedagang emas.

Ahandayy_0293

itu yang pakai kerudung coklat tante aku Xd dan dibelakangnya ada aku.

Ahandayy_0292

ini kucing punya siapa kasian bangeeettttt;;;;; tadi pas aku samperin terus aku elus buunya dianya bersin. kaciaaannnnn T^T

Ahandayy_0290

itu yang hangus didalam sana tumpukan baju dan tadi masih jelas banget kalau masih ada apinya. dan apinya emg belum padam.

Ahandayy_0289

itu bagian atas yang masih tersisa.

Ahandayy_0288

pas tadi moto masih ada apinya loh disana.

Ahandayy_0287

ini dibagian yang agak keluar, jadinya yang lesehan dibawah masih bisa jualan.

Ahandayy_0302

pas lewat bagian sini, asapnya…….

Ahandayy_0303

tadi apinya masih disiram pakai air sama salah satu orang yang lewat.

Ahandayy_0307

nah ini pon yang sempet bapak bawa pulang dari pasar. udah hangus semua kann;;;; ini aku motretnya di gudang rumahku.

Ahandayy_0308     Ahandayy_0309

dan dua gambar ini adalah timbangan yang sempet bapak bawa pulang juga., sudah hitam krn gosong wkwk.

Kasian sama para pedagang lainnya? Tentu, krn aku juga ngerasain gimana sakitnya pas tahu kalau tempat biasa kita dapat uang terbakar terus hangus dan tinggal abunya gitu. Sakit man. :””D

Doaku buat semuanya yang terkena kerugian dari musibah ini, yang jelas smg bisa kuat dan tabah yaa. Wabil khusus buat bapak. :’D Smg semuanya bisa dapat ganti dari yang maha kuasa. Krn aku yakin dibalik musibah ini pasti ada rezeki lain yang menanti kita. Tinggal ditunggu waktunya aja. Dan buat pemerintah Kab. Bondowoso, smg bisa cepat ngambil alih peristiwa ini. Secepat mungkin ngasih bantuan dan betulkan pasarnya. Kasian sama yang cuma buka los kecil atau yang nggak punya los itu, yang hanya buka lesehan dibawah buat jual dagangannya. Mereka semua bergantung pada kerja dan bantuan dari pemerintah bapak, ibu. :”D

Say something here ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s