[Ficlet] LET ME KNOW

let-me-know

.

.

© 2014 ©

ChubbyVampire present

Title: Let Me Know || Cast: Jeon Jungkook (BTS’ Jungkook) and OC || Genre: Romance || Length: Ficlet || Rating: T

“Namaku Jeon Jungkook, boleh aku tahu siapa namamu?”

.

.

THIS IS MY OWN FANFICTION. STORY AND OC(s) ARE MINE. BASHERS AND SILENT READERS ARE NOT ALLOWED. BUT YOUR COMMENTS ARE VERY WELCOME. THANKISS.

.

.

Jeon Jungkook, anak laki-laki itu masih setia dengan kegiatan barunya selama seminggu ini. Bersembunyi dibalik pohon oak besar didekat taman dan menghadap lurus kedepan. Menatap seseorang disana, entah siapa itu. Seorang anak perempuan kecil yang mungkin seusia dengannya, yang selalu duduk di bangku taman dengan buku bacaan berbeda setiap hari yang selalu Ia letakkan di pangkuannya. Seseorang yang telah membuat debaran aneh pada jantungnya. Debaran jantung yang bahkan tak dimengerti oleh anak berusia sembilan tahun itu.

Anak laki-laki itu menyentuh dadanya dan menggerutu tak jelas. Ia tengah menahan diri untuk tidak mendekati anak perempuan itu. Namun usahanya seakan sia-sia karena tanpa perintah kakinya mulai melangkah lurus ke depan untuk mendekat ke arah kursi taman. Anak laki-laki itu tersenyum, Ia meyakinkan dirinya untuk mendekati bunga yang tengah Ia incar seminggu ini. Namun gerakannya melambat tatkala melihat kumbang lain yang mendekati bunganya.

Tak jauh dari tempatnya berdiri, tampak seorang anak laki-laki yang juga seusia dengannya tengah berjalan mendekati kursi taman. Ada perasaan tak senang kala menangkap pandangan memuji yang anak laki-laki itu tunjukkan pada anak perempuan di kursi taman tadi. Jungkook terdiam, dengan langkah lebih cepat Ia pun kembali melangkah.

Hingga sudah tak jauh dari kursi taman, kedua anak laki-laki itu berhenti melangkah, saling berpandangan dengan tatapan tak senang.

“Siapa kau?” Anak laki-laki tadi bertanya dengan ekspresi yang sulit di gambarkan. Jungkook hanya menatapnya datar sebelum akhirnya menjawab.

“Aku Jeon Jungkook.” Mendengar jawaban Jungkook, anak laki-laki itu mendengus pelan dan menatap Jungkook dengan pandangan tak sukanya. Namun Jungkook hanya diam. Ia hanya menatap ‘lawannya’ dengan mata bulatnya yang menggemaskan itu.

“Aku tidak bertanya namamu. Maksudku, apa yang akan kau lakukan disini? Mengapa kau berjalan kearah sana? Mengapa kau berjalan mendekati kursi taman? Apa yang akan kau lakukan?” Kali ini nada suara anak laki-laki itu sedikit lebih meninggi. Ia geram dengan sikap Jungkook yang terkesan cuek dengan sekitarnya.

“Aku memang akan pergi ke kursi taman.” Jawab Jungkook enteng. Mata anak laki-laki dihadapannya membulat, lucu sekali.

Mwo? Apa yang akan kau lakukan disana? Apa kau mengenal anak perempuan itu?”

“Tidak,”

“Jika tidak mengenalnya, apa yang akan kau lakukan padanya?”

“Aku ingin mengajaknya berkenalan,” Mata bulat lawan bicara Jungkook semakin membesar kala mendengar jawaban yang keluar dari mulut Jungkook. Ia mendengus kemudian berkacak pinggang.

“Hey, tapi aku juga ingin mengajak anak perempuan itu untuk berkenalan. Aku selalu memperhatikannya selama tiga hari ini. Dan apa kau tahu, aku sudah membawakannya bunga untuk berkenalan dengannya. Ini bunga yang ku petik sendiri dari taman milik nenekku. Jadi sebaiknya kembalilah pada tempatmu. Jangan ganggu aku dengannya. Atau kalau kau memang masih memaksa, tunggu sampai aku selesai berkenalan dengannya baru kau yang berkenalan.” Anak laki-laki itu berkata panjang lebar. Membuat Jungkook mendengus pelan karena bosan mendengar celotehan anak itu. Ia menghela napasnya kemudian menatap lawan bicaranya.

“Mengapa harus? Kita bisa saja berkenalan bersama dengannya.”

SIRHEO! Aku dul—“

“Aku tidak mau mengalah denganmu. Aku akan mengajaknya berkenalan.”

Jungkook melangkah cepat mendekati anak perempuan itu. Tak lama kemudian, anak laki-laki yang berada di belakangnya pun tergopoh-gopoh mengajar Jungkook yang berjalan dengan langkah lebar. Selama menuju kursi taman, mereka tak hentinya berteriak dan saling mengejek satu sama lain. Hingga tepat dibelakang kursi taman, mereka masih saja berbuat gaduh. Membuat anak perempuan yang menjadi incaran mereka menoleh dan hanya dapat menatap bingung keduanya.

Oppa, apakah it—eh, nuguya?” Jungkook dan anak laki-laki disampingnya menghentikan ejekan mereka. Keduanya pun membalikkan badan dan menghadap anak perempuan itu. Lutut Jungkook serasa melemas menatap wajah anak perempuan dihadapannya. Hembusan angin yang menerpa rambut anak perempuan itu membuat kesan anggun dari dalam dirinya semakin kentara. Jungkook hanya bisa terdiam dan mengerjapkan matanya berulang kali.

Nuguya? Apa aku mengenal kalian berdua?” Suara anak perempuan itu seakan menyadarkan Jungkook dari lamunannya. Begitu pula yang dirasakan anak laki-laki disebelahnya.

“Nnnggg, kau tidak mengenalku, ah, kau tidak mengenal kami.” Anak laki-laki disebelah Jungkook berucap pelan sembari menggaruk kepalanya yang pasti tidak gatal.

“Lalu? Untuk apa kalian disini?”

“Aku ingin mengajakmu berkenalan.” Suara Jungkook membuat anak perempuan itu menatapnya lamat. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali saat menatap Jungkook. Tampan sekali dia, pikirnya dalam hati.

“Ya, kami ingin mengajakmu berkenalan. Bahkan aku sudah membawakanmu bunga, ini aku petik sendiri dari taman milik nenekku. Cantik bukan? Sama cantiknya denganmu,” Suara anak laki-laki disamping Jungkook kembali terdengar. Membuat anak perempuan itu menoleh ke arahnya dan terkejut melihat setangkai bunga yang entah apa itu telah berada dihadapannya. Anak perempuan tadi kembali melirik kearah Jungkook. Jungkook hanya diam dan mengangkat kedua tangannya kaetas.

“Aku tidak membawakan apa-apa untukmu, tapi aku ingin berkenalan denganmu.” Jungkook menjawabnya dengan nada datar seperti biasa. Anak perempuan itu terdiam, ia sadar jika Jungkook tidak sedang memujinya, tidak seperti anak laki-laki yang ada disebelahnya memang, tapi entahlah, ada desiran aneh yang dia rasakan. Tanpa sadar pipinya pun menghangat, membuatnya menunduk pelan.

“Tahan dulu, mengapa kalian ingin berkenalan denganku?” Akhirnya setelah memberi jeda beberapa detik, anak perempuan itu pun kembali mengangkat wajahnya dan menyanyakan pertanyaan yang menurutnya sangat penting. Alasan mengapa kedua anak laki-laki ini ingin berkenalan dengannya.

“Aku menyukaimu,”

“Aku tertarik padamu,”

Jawaban kedua anak laki-laki itu memang berbeda, namun tetap saja membuat anak perempuan dihadapannya kebingungan. Terlebih lagi mereka mengucapkannya secara bersamaan. Dia menggelengkan kepalanya tak mengerti.

“Menyukaiku? Tertarik padaku? Ada apa ini? Bagaimana bisa? Ah aku bingung, oppaaaa bantu aku,” Anak perempuan itu mengeluh pelan. Tanpa sadar, Jungkook mengangkat satu sudut bibirnya, merasa lucu dengan tingkah laku orang yang telah membuatnya tertarik beberapa hari terakhir ini.

“Aku menyuakimu karena kau cantik. Terimalah bunga ini, kemudian ayo kita berkenalan!” Anak laki-laki disamping Jungkook berucap dengan semangat. Matanya berbinar dengan tangan yang terulur kedepan.

“Aku tertarik padamu karena…..aku, aku hanya tertarik, ya hanya tertarik padamu. Aku ingin berkenalan denganmu, gadis kecil si kutu buku,” Anak perempuan itu tertawa pelan mendengar ucapan Jungkook.

“Benarkah? Kau menyukaiku, dan kau tertarik padaku? Ah sayang sekali, kalian berdua belum bertemu dengan temanku. Dia jauh lebih cantik dan manis dibandingkan denganku. Dan sekarang dia sedang berdiri di belakang kalian.”

Setelah mendengar ucapan anak perempuan itu, tangan anak laki-laki disamping Jungkook yang tadinya tengah terulur perlahan kembali ke depan dada. Ia pun menoleh ke belakang mendengar cerita tentang teman dari anak perempuan itu yang lebih cantik. Namun saat menoleh, Ia tak melihat siapa-siapa. Anak laki-laki itu sempat bingung dan beberapa kali menolehkan kepalanya ke arah lain untuk mencari ‘teman’ yang dimaksud anak perempuan itu.

Sedangkan Jungkook, Ia sama sekali tak menolehkan kepalanya ke belakang. Ia masih tetap menatap lurus kedepan, menatap tepat ke manik mata milik anak perempuan dihadapannya. Anak perempuan itu sempat salah tingkah dan menggigit bibir bawahnya—Ia gugup. Pipinya menghangat dan lagi-lagi ada desiran aneh pada dadanya.

“Hey, apa kau sedang mempermainkanku? Kau membohongiku ya?” Ucapan keras dari anak laki-laki disamping Jungkook membuat anak perempuan itu menoleh terkejut. “Dibelakangku tidak ada siapa-siapa, mana temanmu yang cantik itu?” Lanjutnya.

Anak perempuan itu tersenyum. Lagi, lutut Jungkook terasa melemas saat itu juga. Senyumnya sangat manis.

“Tidak, aku tidak sedang mempermainkamu. Oppaku pernah berkata padaku, jika ada seseorang yang menyukaimu dengan setulus hati, maka sekuat apapun godaan yang datang menghambat, Ia tak akan tergoda sedikit pun, perasaannya padamu juga tak akan pernah goyah. Kalaupun dia sampai tergoda, Ia pasti bisa menguasai dirinya kembali, Ia pasti akan kembali padamu. Karena Ia memang benar-benar tulus menyukaimu. Begitulah kata oppaku, entahlah, tapi aku kurang mengerti dengan maksud ucapannya.”

Jungkook dan anak laki-laki itu terdiam mendengar ucapan anak perempuan dihadapannya.

“Intinya, kalau kau memang menyukaiku kau tidak akan menoleh ke belakang saat aku bercerita tadi.” Jungkook tersenyum mendengarnya, membenarkan ucapan anak perempuan itu. Berbeda dengan anak laki-laki disebelahnya, Ia mendengus kasar dan memanyunkan bibirnya sebal.

“Aish apa-apaan kau ini.” Tanpa mengucapkan apapun lagi, anak laki-laki itu membalikkan badannya dan berlari menjauhi Jungkook dan anak perempuan yang tadi sempat diincarnya.

Dan sekarang hanya tersisa Jungkook dan anak perempuan itu. Mereka berdiri berhadapan dan saling menatap satu sama lain.

“Kau sendiri?” Ini ambigu, pikir Jungkook.

“Ada apa denganku?”

“Mengapa kau tidak ikut menoleh saat kuceritakan tentang temanku tadi?”

Ani, aku hanya tidak ingin menoleh saja. Aku lebih tertarik padamu, bukannya sudah kukatakan tadi. Aku memang tidak menyukaimu saat ini, ah, kurasa aku hanya belum menyukaimu saja, hanya belum,” Anak perempuan itu terseyum sedikit lebar mendengar jawaban dari seseorang yang tengah berdiri dihadapannya. Begitupula Jungkook, Ia sendiri tak lagi dapat menahan senyumannya tatkala melihat senyum manis anak perempuan yang kini rambutnya tengah tertiup oleh angin musim semi di Kota Busan.

Jungkook mengepalkan tangan kanannya yang sedikit bergetar kemudian mengulurkannya ke hadapan anak perempuan itu. Ia menatap dalam pada mata indah dihadapannya dan berdeham pelan.

“Namaku Jeon Jungkook, boleh aku tahu siapa namamu?”

.

.

|| THE END ||

Halooo~ Selamat malam minggu semuanya!

Kali ini Mpir balik sama ficlet lagi (dan lagi) haha, maafkan, soalnya malas banget kalau disuruh bikin yang chaptered. Tugas k13 itu buanyak banget and….ya you guys know what I mean lahh yaa.

Well, awalnya ficlet ini judulnya ‘know your name’. Mpir kasih judul gitu soalnya pas bikin ficlet ini demen banget dengerin Know Your Name-nya Jay Park yang versi akustik. Aduhayyy mas jaebummmm wkwk. Tapi setelah album Dark and Wild nya BTS keluar kan ada lagu yang judulnya Let Me Know tuh, Mpir rasa judul lagu itu juga cocok kalu dijadikan judul ficlet ini. Maka dari itu Mpir ganti judulnya, hehe.

And than, actually postingan ini adalah hasil request dari anak saya, teman sebangku saya, alias si Sintol, silent reader setia di blog ini. Tadi pagi di kelas dia bilang, “Mak, buat ffnya Jungkook atau V rah.” Nahh, berhubung sudah ada aku nggak perlu buat kan. Dan ini hasilnya, wkwk. Jadi bagaimana, Ta? Puas? Sudah cukup manis ‘kah ceritanya? Ahh kurasa tidak. Wkwk-_-

Sudah ahh, cukup sekian omong-omongannya. Tolong berikan respon atau komentar ya jika kalian sudah membaca cerita absurd ini! Terimakasih!🙂

4 thoughts on “[Ficlet] LET ME KNOW

    • i prefer make some readers curious with the story than make a happy ending one. sometimes it’s too bored when we read a story and the ending part is explain all of the story. so i made like this. cause i think, as author, we must has a character in writing. and hide a cast (the important one is it isn’t the main cast) it’s no problem at all.
      thanks for ur comment dear!🙂

Say something here ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s