[Ficlet] SO LONG

so-long

.

.

© 2014 ©

 

ChubbyVampire present

 

Title: So Long || Cast: Kang Yiseul and Jang Sangmin || Genre: (i wish it can be) Sad Romance (i dunno, i’m not sure abt it, sorry) || Length: Ficlet || Rating: T

 

“Karena tidak selamanya penantian yang panjang itu berujung pada sebuah kebahagiaan.”

.

.

THIS IS MY OWN FANFICTION. STORY AND OC(s) ARE MINE. BASHERS AND SILENT READERS ARE NOT ALLOWED. BUT YOUR COMMENTS ARE VERY WELCOME. THANKISS.

.

.

From :  Shin Jisoo

Kau dimana? Cepatlah, acaranya akan segera dimulai.

Selepas membaca pesan yang dikirim Jisoo tadi, segera kumasukkan ponselku kedalam tas dan kembali melangkah. Memasuki sebuah gedung besar yang saat ini telah didekorasi semewah mungkin. Gedung Symphony, tempat yang akan mereka berdua gunakan untuk mengikrarkan janji suci sebentar lagi.

“Yiseul-ah! Aku disini,” Kulihat seorang gadis dengan gaun ungu tua dan rambut terurai tengah melambaikan tangannya beberapa kali kearahku. Aku tahu, itu Shin Jisoo.

“Jisoo-ya! Maaf aku terlambat, tadi—“

“Sssttt, acaranya akan segera dimulai. Jangan berisik.” Gadis itu meletakkan telunjuknya diatas bibir kemudian berbisik di telingaku, mengisyaratkanku untuk diam. Ya aku mengerti, aku harus diam saat ini, kalau perlu sampai acara ini selesai saja.

Seorang pendeta tua mulai berdeham, membuat semua mata memfokuskan pandangan kearahnya. Selain pendeta tua tersebut, nampak sepasang sejoli yang kini saling bertatapan. Gadis didepan sebelah kanan pendeta itu mengenakan gaun putih panjang tanpa lengan yang terlihat sangat pas di tubuh mungilnya. Rambut kecoklatannya Ia gerai, dan sebuah tiara melekat diatas kepalanya. Sedangkan lelaki dihadapannya, ah dia memang selalu tampak tampan kapanpun dimanapun. Potongan rambut baru yang berwarna coklat dan juga jas serta celana hitam panjang yang Ia kenakan membuatnya nampak lebih gagah dibanding hari-hari biasa. Ya tentu, hari ini adalah hari bahagianya.

Seorang lelaki yang juga berpakaian rapi sama seperti yang lain perlahan berjalan mendekati sang pendeta. Ia menyerahkan secarik kertas kepada pendeta tersebut dan kembali ke barisannya.

Ini saatnya, Kang Yiseul kau kuat.

Jang Sangmin. Would you marry Oh Gain and live ever after with her?” Sang pendeta mulai memanggil namanya dan menanyakan suatu hal yang cukup membuatku mengeratkan genggamanku terhadap telapak tangan Jisoo.

Jang Sangmin tidak lekas menjawab, Ia masih terdiam untuk beberapa saat. Rahangnya mengeras dan tatapan matanya menajam, aku tahu dia pasti sangat gugup saat ini. Gugup untuk memutuskan sesuatu yang kelak akan membuatnya bahagia, pasti.

Yes I would, Sir.” Jawaban yang keluar dari mulutnya membuat tubuhku lemas seketika. Tanpa sadar genggaman tanganku terhadap Jisoo perlahan mengendur. Namun sahabatku yang satu ini mengerti, Ia tidak melepaskanku melainkan semakin mempererat genggaman tangan kita yang tadi hampir saja terlepas.

Oh Gain, would you marry Jang Sangmin and live ever after with him?” Pertanyaan yang sama kembali kudengar. Namun kali ini, seseorang yang mendapatkan pertanyaan itu adalah gadis yang kini tengah tersenyum dihadapan semua undangan.

Ofcourse, Sir.” Tidak sampai selama Luhan memang gadis ini menjawab, namun suaranya terdengar bergetar di akhir kalimat. Aku tahu, dia pasti juga sangat gugup. Tapi Ia menutupinya dengan senyuman cerah.

Maybe someone has problem with this decission? Say now, or you will keep regret forever.” Ucapan sang pendeta kali ini cukup menyita perhatianku. Katakan sekarang atau kau akan menyesal nanti.

“Katakan sekarang, Yiseul-ah.” Jisoo menyenggol lenganku dan membisikkan sesuatu dengan pelan. Membuatku membulatkan mata tak percaya, apa katanya?

“Apa?”

I’m waiting,” Sang pendeta kembali bersuara. Ia menunggu, pendeta tadi menunggu adanya pemberontak yang tidak setuju terjadap pernikahan ini, begitu maksudnya?

“Katakan sekarang, atau kau akan menyesal nanti.” Jisoo kembali berbisik.

“Bodoh, jangan harap aku melakukannya. Sampai kapanpun aku tidak akan melakukan hal seperti itu, Shin Jisoo. Aku merelakan keduanya.”

“Enough. There’s nothing problem with this decission. Jang Sangmin, you can kiss Oh Gain for the first time as your wife now.”

Tidak, aku tidak sanggup melihatnya.

*          *          *

Perlahan kulangkahkan kakiku dan ikut mengantre dibelakang tamu undangan yang kini tengah menyalami mereka berdua. Tidak butuh waktu lama untuk mengantre, karena aku berada di barisan paling belakang. Menjadi orang terakhir yang akan bersalaman dengan mereka. Sedangkan Jisoo, gadis itu telah lebih awal melakukannya karena harus segera pergi ke rumah sakit. Dadaku bergemuruh, ada rasa sakit didalamnya. Namun kucoba untuk tetap tenang dengan memasang wajah terbaikku. Walaupun aku tak tersenyum, setidaknya ini lebih baik dibandingkan aku harus menangis.

Dua orang pria dan wanita muda dihadapanku kini telah selesai bersalaman dengan dua sejoli yang sedari tadi tengah tersenyum bahagia dihadapan para tamu undangan yang menyalaminya. Dan sekarang adalah saatnya untukku bersalaman dengan mereka. Ya aku bisa, pasti.

“Sangmin sunbae,” Panggilku pelan dan tersenyum. Mereka berdua nampak sedikit terkejut dengan kehadiranku.

“Kang Yiseul, kau datang!” Jang Sangmin, lelaki dengan tuxedo hitam itu menyambut kedatanganku dengan senyuman hangat. “Kukira kau tidak akan datang, karena kata Jisoo kau tengah sibuk berkuliah.”

“Ya begitulah sunbae. Tapi aku sedang dalam liburan musim panas saat ini.”

“Kau tetap rajin sama seperti dulu rupanya.” Tanpa sadar aku tersenyum mendengar ucapannya. Ternyata dia masih mengingat beberapa kebiasaanku. Dan tidak dapat kupungkiri, aku cukup senang.

“Ahh ya, selamat atas pernikahan kalian. Make it the last ya.” Kuangkat tanganku dan menyalami mereka bergantian.

Deg.

Hatiku seketika mencelos melihat kedua tangan itu. Bukan tangan, tapi jari. Bukan juga semua jarinya, tapi hanya jari kelingking saja. Disana, tepat di jari kelingking mereka berdua. Sesuatu yang bulat mengkilat itu…

Cincin pernikahan mereka berdua.

“Terimakasih, Yiseul-ssi. Terimakasih juga sudah mau menyempatkan diri datang pada acara pernikahan kami.” Gadis disamping Sangmin mengajakku berbicara. Astaga, dia cantik… Pantas Sangmin sangat mencintainya.

“Bukan masalah, kebetulan aku memiliki banyak waktu luang di liburanku kali ini.”

“Kau berkuliah di Jepang, bukan?” Sangmin kembali menyambutku dengan pertanyaan. Dan aku hanya menanggapinya dengan anggukan.

“Ya, jurusan seni musik.”

“Wahh, kau pasti akan menjadi musisi terkenal Yiseul-ssi. Aku yakin itu,” Gadis disamping Sangmin menyentuh lenganku dan mengajakku bicara dengan sumringah. Apakah dia akan tetap seperti ini jika tahu siapa aku sebenarnya… Jika dia tahu siapa lelaki disampingnya bagiku… Lagi, aku hanya tersenyum menanggapinya.

“Ya, semoga. Ahh, kurasa aku harus segera pergi. Seseorang telah menungguku sejak tadi.”

“Siapa?” Kedua mempelai itu bertanya secara bersamaan.

“Sopirku, aku harus pergi untuk menjemput kakek.”

“Ohh begitu, tapi sayang sekali. Harusnya kau bisa meluangkan sedikit lagi waktumu untuk tinggal disini, menikmati hidangan dan hiburan yang ada.” Wajah Jang Sangmin terlihat sedikit murung saat mengucapkannya. Satu kata saja untuknya, lucu.

“Aku juga ingin seperti itu, hehe. Tapi aku harus segera pergi. Kuharap kita bisa bertemu lagi.” Aku tersenyum saat mengucapkannya.

Jang Sangmin dan gadis disampingnya terdiam mendengar ucapanku, mereka nampak sedang berpikir. Apakah ada yang salah?

“Apa yang kau bicarakan? Bertemu dilain waktu? Itu sudah pasti, Kang Yiseul.” Jang Sangmin menanggapi dengan sedikit tidak sabaran. Kenapa kau seperti itu… Tapi kuharap juga begitu sebenarnya sunbae. Semoga saja.

“Aku tahu. Tapi aku harus kuliah sunbae, dan aku ingin apa yang dikatakan Gain-ssi menjadi kenyataan. Bahwa kelak aku akan menjadi musisi terkenal. Dan untuk meraihnya, kau tahu itu tidaklah mudah. Bagaimana sih kau ini.” Aku mendecak menjawab ucapan Sangmin. Kulihat gadis yang berdiri disampingnya tertawa mendengar ucapanku.

“Kau tahu, kelak Yiseul-ssi akan menjadi musisi terkenal. Dia harus belajar dengan giat di Jepang.” Gadis itu mencubit lengan Jang Sangmin, membuatnya meringis pelan.

“Baiklah aku mengerti. Kau harus belajar yang rajin di Jepang, arachi?” Jang Sangmin dengan kebiasaan lamanya yang tidak pernah berubah. Menepuk kepalaku kemudian mengacak poninya. Menyebalkan!

“Lepaskan tanganmu dariku, Jang Sangmin sunbae.”

“Hahahaha,” Mereka berdua benar-benar…

“Baiklah, aku pergi dulu. Gamsahamnida Sangmin sunbae, Gain-ssi.” Aku tersenyum dan mulai melangkah menjauhi mereka berdua. Melangkah menuruni tangga, bersaaman dengan airmata yang mulai mengalir melewati pipiku.

Sakit? Memang. Tapi setidaknya ini lebih baik dibandingkan sebelumnya. Kini Jang Sangmin tengah berbahagia, memulai kehidupan barunya dengan Gain. Dan aku, aku juga akan berbahagia dengan kehidupan baruku disana. Semoga saja, dan aku percaya itu.

“Nona, ayo. Tuan telah menelpon dan menyuruh nona untuk segera pergi ke bandara. Barang-barang nona sudah disana, dan pesawat akan take off kurang dari setengah jam lagi.” Sopirku berjalan mendekat kemudian membukakan pintu mobil didepanku. Sempat terdiam sejenak, sebelum pada akhirnya aku masuk dan mengecek ponsel.

“Maaf nona, ada yang ingin saya tanyakan.”

“Ya, ada apa ahjussi?”

“Apa nona benar-benar ingin pindah dan menetap di Jepang? Tuan menyuruh saya untuk menyanyakan ini.”

“Ya, aku benar-benar akan pindah dan menetap di Jepang. Sudah cukup pengorbananku disini, sudah terlalu lama aku menanti namun tidak membuahkan hasil. Karena tidak selamanya penantian yang panjang itu berujung pada sebuah kebahagiaan.”

Ne? Apa yang baru saja nona katakan?”

“Ohh aniya, aku tidak sedang berbicara apa-apa. Kajja berangkat ahjussi,”

Alagaseubnida,” Dan pada akhirnya mobil mulai melaju dengan kecepatan sedang. Meninggalkan Gedung Symphony dan seluruh kemeriahan acara didalamnya. Gedung yang akan menjadi tempat terakhirku di Seoul, sebelum pada akhirnya aku akan benar-benar meninggalkan tempat kelahiranku ini.

“Selamat tinggal Jang Sangmin sunbae, selamat tinggal Oh Gain. Berbahagialah kalian berdua. Dan selamat tinggal Seoul, aku mencintaimu beserta seluruh isinya.”

.

.

|| THE END ||

 

Bagaiamana? NGGAK JELAS BANGET KAN? Iya kan? Iya saya tau kok. Saya pun nggak tau kenapa bikin beginian. /,\

Apalagi saya bikinnya pakai OC semua, nggak kayak biasanya kan ya hehehe. Awalnya syudah mau pakai anak k-pop tapi kok ujung-ujungnya malas dan nggak nemu tokoh yang cocok. Yaudah lah jadinya malah begini. Maapkeun saya kawansss. u,u

Typo ada? Atau malah banyak? Hahaduhh sekali lagi maafkan, saya ngetiknya buru-buru, mana internet lola, mana tergoda sama editing di photoshop yang belum selesai, mana tergoda foto TaeKai pas smtwon kemarin pula, aaaa jadinya banyak salah huhuhu;;;

Dan buat panda sama kaka, apakah kalian berdua mengerti dengan ‘arti sebenarnya’ dari kisah ini adiks-adiksku tersayang? Kuharap kalian peka, dan mengerti dengan jelas maksud terselubung dari cerita ini. :—))))

TERIMAKASIH SUDAH MELUANGKAN WAKTUNYA UNTUK MEMBACA CERITA INI!🙂

3 thoughts on “[Ficlet] SO LONG

Say something here ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s