[PROJECT] Valentine Has Come! #3

NO BASH AND DON’T BE A SILENT READERS GUYS!

———————————————————————————————————————————–

#1 | #2

———————————————————————————————————————————–

Lee Jinki and Kim Taeyeon’s Story

(Drabble / PG 15)

onew-lee-jinki-onew-14896156-500-750

Mini Park

*          *          *

“Jinki-ya, ayolah. Kau akan membawaku kemana?” Tanya Taeyeon bingung karena sedari tadi Jinki terus menarik tangannya. Yang lebih membuat Taeyeon bingung adalah karena matanya yang Jinki tutup menggunakan sehelai kain berwarna merah marun. Entah darimana datangnya kain itu, Taeyeon tak mengerti. Padahal ia ingat benar jika Jinki tadi tidak membawa apapun.

“Kau terlalu cerewet, ikuti aku saja.” Jawab Jinki pendek. Taeyeon lagi-lagi merengut karena ini adalah pertanyaan sama yang telah ia ulang entah untuk kesekian kalinya. Dan yang ia dapatkan bukanlah jawaban yang memang benar-benar ia inginkan.

“Huh kau menyebalkan.” Mendengar keluhan Taeyeon, Jinki terkekeh dalam diam. Gadisnya memang benar-benar menggemaskan jika seperti ini.

Mereka berdua berhenti disebuat tempat, sebelum awalnya Taeyeon harus menururni beberapa anak tangga yang membuatnya hampir terjatuh. Jinki dan Taeyeon berdiri dengan tangan yang saling menggenggam satu sama lain. Jinki tersenyum, dan Taeyeon tak akan pernah tahu hal itu.

“Mengapa berhenti? Apa kita sudah sampai?” Tanya Taeyeon membuka suara. Jinki yang mendengar pertanyaan gadis itu berjalan kearah belakang dan sepersekian detik kemudian ia memeluk Taeyeon dengan erat. Sukses membuat gadis itu terdiam karena terkejut.

“Ya! Aigoo apa yang kau lakukan?” Taeyeon cukup terkejut karena tingkah Jinki yang cukup aneh ia rasa. Tidak biasanya Jinki seperti ini. Jinki bukanlah tipikal lelaki romantis.

“Diamlah, aku hanya memelukmu. Apa tidak boleh?” Jinki balik bertanya. Taeyeon hanya diam dan tidak ada niatan untuk menjawab. Membiarkan semilir angin membelai rambutnya yang tergerai dan merasakan hangatnya dekapan Jinki ditubuhnya.

“Bisakah kau tidak berteriak saat aku membuka penutup matamu?” Tanya Jinki. Taeyeon mengulas senyumnya dan mengangguk pelan. Akhirnya ia membukanya juga!

CLAP.

Jinki menghidupkan lampu sebelum melepaskan dekapannya dan menarik helaian kain merah yang menutup kedua mata indah gadisnya. Sedikit menyesuaikan diri dengan cahaya, Taeyeon mengedipkan matanya beberapa kali sebelum akhirnya menatap lurus kedepan.

“Hahh, omo!” Taeyeon menutup mulutnya rapat-rapat dengan mata yang membesar. Ia sungguh tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.

“Jinki-ya…”

“Sudah kubilang, jangan berteriak. Kau ini selalu saja.” Sungut Jinki yang tak dapat memungkiri jika dirinya teramat senang melihat Taeyeon yang terkejut dengan apa yang telah ia siapkan sebelumnaya.

“Tap—tapi, ini…astaga bagaimana mungkin…” Taeyeon masih saja terkejut dengan apa yang ada dihadapannya.

Kalian ingin tahu apa?

Disana, dihadapan Taeyeon, terhampar taman bunga yang tidak begitu luas namun sangat indah. Ini bukan taman bunga biasa bagi Taeyeon. Disana terdapat namanya yang tersusun dari bunga tulip merah. Sedangkan disisi lainnya tersusun oleh bunga mawar putih. Di pinggir taman itu tertanam rerumputan hijau yang dipangkas hingga semata kaki, warnanya hijau cerah dan begitu menarik perhatian. Ada juga beberapa pohon mapel yang berdiri disekeliling taman itu. Dengan sengaja Jinki menghidupkan lampu warna-warni disekitar taman itu, ditengah-tengah dan juga dipinggiran taman.  Dalam gelap Taeyeon juga dapat melihat dengan jelas sebuah papan kecil bertuliskan LJK AND KTYs disana.

“Apa kau menyukainya?” Bisik Jinki pelan. Ia harap-harap cemas dengan apa yang telah ia siapakan kali ini. Taeyeon tak menjawab, ia hanya mengangguk dengan tatapan berbinar yang masih tetap menghadap kedepan. Dan Jinki tahu, sangat tahu dengan maksud dari anggukan itu.

Taeyeon tak tahu jika Jinki sedang mengambil sesuatu di meja dekat pintu. Ia masih saja terpana akan hadiah yang telah Jinki persiapkan untuknya.

“Taeyeon-ah,” Ketika Jinki memanggilnya Taeyeon segera menoleh dan kembali terdiam melihat Jinki yang berlutut dihadapannya, dengan sebuah benda bulat kecil dengan permata biru tua ditengahnya. Apa maksudnya semua ini?

“Jin—Jinki…” Taeyeon tergagap dengan ucapannya. Ia tergagap melihat senyum Jinki yang menawan. Dan ia tergagap melihat benda bulat kecil yang disodorkan Jinki dihadapannya.

Will you marry me, dear?

THE END

———————————————————————————————————————————–

Lee Taemin and Lee EunRim’s Story

(Ficlet / PG 15)

tumblr_mrtm4vOk9q1rsfd76o1_500

Brownies

*          *          *

EunRim yang baru saja menginjakkan kakinya di garasi segera berlari karena merasa sesuatu telah terjadi didalam rumah. Pikirannya berkecamuk dan perasaannya begitu tidak nyaman. Ia melepas sepatunya dan dengan segera memasuki rumah.

“Oppa, kau dimana?” Teriak EunRim. Namun nihil, tak ada jawaban sama sekali. EunRim semakin panik karena tiba-tiba indera penciumannya mencium sesuatu yang tidak wajar dari arah dapur. Ia berjalan tergesa, dan ketika sampai di dapur, ia hanya dapat berdiri dan tercengang melihat apa yang ada dihadapannya. Suaminya sedang…

“OPPA!!! APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN DAPURKU!!!” Teriakan EunRim yang cukup histeris membuat Taemin terlonjak dari konsentrasinya.

“Omo, omo! Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau sudah pulang? Yak EunRim-ah!” Taemin yang kalang kabut dengan segera bergerak kesana kemari demi menutupi apa yang telah ia perbuat. EunRim hanya dapat menganga melihat perbuatan suaminya yang bisa dibilang diluar batas itu.

“Kau menghancurkan dapurku, Oppa!” EunRim yang gemas dengan tingkah suaminya segera berlari dan memukul-mukul sekitar lengan Taemin. Membuat pria itu meringis kesakitan karena memang pukulan istrinya tidaklah lembut.

“Yak yak, mianhae mian, aish aku akan membereskannya nanti sayang.” Taemin tak dapat melawan. Ia hanya dapat melenguh kesakitan karena pukulan bertubi-tubi di sekitar tubuhnya.

Hingga akhirnya EunRim berhenti memukulinya, gadis itu tanpa suara menatap tajam kearah Taemin. Membuat pria dihadapannya gugup sekaligus terpana dalam waktu yang bersamaan. Ia menyilangkan tangannya didepan dada dan menggulung rambut hitam panjangnya asal.

“Cepat bereskan ini semua!” Perintahnya dengan bibir yang merengut. Taemin meringis pelan dan mengangguk.

“Sebentar lagi sayang, tunggu—“

“Tidak ada tunggu-tunggu, Oppa! Kau harus membereskan semua ini. Oh my precious kitchen, maafkan ulah lelaki ini.” EunRim dengan kebiasaan buruknya mulai berbicara sendiri, meratapi nasib dapur kesayangannya yang dibuat berantakan oleh suaminya. Bagaimana wanita itu tidak marah jika keadaan dapurnya seperti ini?

Kulkas dan lemari atas yang terbuka lebar. Bubuk cokelat yang tercecer disekitar meja. Tepung yang tergeletak di lantai dan sebagiannya juga bersceceran. Air tumpah yang dibiarkan tanpa di pel.  Ada juga buah-buahan dingin yang dibiarkan terbuka. Gula dalam plastik yang telah dipindahkan pada tempat yang salah. Dan juga banyak sekali peralatan dapur lain yang tidak pada tempatnya.

“Sebentar sebentar, tunggu kuenya matang. Aku janji akan membereskannya.” Ucapan Taemin tidak EunRim dengar sepenuhnya. Ia masih sibuk mengelap air yang tumpah didekat kulkas. Taemin berjalan kearahnya kemudian ikut berjongkok. Pria itu kemudian menahan tangan EunRim yang sedang mengelap lantai. Wanita itu menoleh dengan tatapan kesal.

“Biarkan aku yang melakukannya. Kau mandilah, kau pasti lelah.” Taemin tersenyum saat mengucapkannya. Ia harus bisa menahan gejolak emosi istrinya bukan?

“Dan membiarkan dapur ini berantakan, begitu? Tidak. Aku harus menyelesaikan ini semua.” EunRim melepaskan tangannya dari genggaman hangat Taemin dan kembali melakoni perkerjaannya. Namun lagi-lagi Taemin menahannya.

“Tidak, biarkan aku yang melakukan ini semua. Tunggu sekitar 10 menit lagi sampai kuenya benar-benar matang.” Mendengar ucapan Taemin, EunRim mengangkat alisnya tak mengerti.

“Kue?” Tanya wanita itu membuat Taemin mengangguk. EunRim menutup wajahnya dengan telapak tangan dan berteriak keras.

“Apalagi yang telah kau perbuat saat ini, Oppa?”

Ia hampir menangis mengingat suamimnya yang sama sekali tidak bisa memasak tengah membuat kue. Ingat, membuat kue dengan dapur kesayangannya! Tamatlah riwayatmu Lee Taemin!

 

Berpuluh-puluh menit sejak kejadian itu EunRim hanya diam. Kali ini ia sedang mengeringkan rambutnya dan menyandarkan punggungnya pada senderan kasur di kamar. Setelah mengeluarkan jurus gombal yang membuat EunRim ingin mual tiap kali mendengarnya, akhirnya Taemin dapat meyakinkan istrinya bahwa ia bisa membereskan dapur kesayangannya itu.

“Apa yang sudah ia lakukan…” EunRim berbicara pada dirinya sendiri.

Ia tak habis pikir darimana datangnya keberanian Taemin untuk menyentuh dapurnya kembali. Sekitar 5 bulan lalu saat mereka baru menikah, Taemin begitu bersemangat untuk belajar memasak pada istrinya yang memang jago sekali memasak. Sejujurnya EunRim begitu senang mengetahui Taemin yang ingin belajar memasak bersamanya.

Namun kebahagiaan itu seakan menguap ke udara dalam sekali kedipan mata. Melihat Taemin yang bahkan menyalakan kompor saja tak bisa. Jarinya juga sempat teriris pisau beberapa kali ketika ia mengiris sesuatu. Dan yang membuat EunRim benar-benar kesal jika Taemin menyentuh dapurnya adalah ketika Taemin hampir saja membakar dapurnya. Apakah kalian tahu jika salah satu dinding dapur mereka menghitam karena gosong? Itulah bukti bahwa Taemin benar-benar tidak bersahabat dengan dapur. Ia pernah menggoreng telur yang baru saja diambil dari kulkas dengan api yang sangat besar. Dan tanpa mengenakan serbet, Taemin menyentuh penggorengan itu tanpa ragu. Karena panas dan kaget, ia pun melemparkan penggorengan itu. Membuat penggorengan panas itu terbalik dan mengenai dinding dapurnya.

EunRim hanya dapat menghela napas mengingat semua hal yang pernah Taemin lakukan pada dapurnya.

CKLEK.

Taemin memasuki kamar dengan senyumannya. EunRim tidak tersenyum, ia hanya menatap datar kearah suaminya itu.

“Kuenya, untukmu,” Tangan lelaki itu sedikit gemetar saat menyodorkan sepiring kecil kue brownies cokelat kearah EunRim. Wanita itu tak segera mengambilnya, ia masih menatap wajah Taemin dengan datar.

“Apa dapurnya sudah bersih?” Tanya EunRim. Taemin tersenyum dan mengacak rambut basah EunRim.

“Makanlah dulu, aku sudah bersusah payah membuatkan ini untukmu.” EunRim mendengus kesal dan dengan sangat hati-hati ia membuka mulutnya untuk mencicipi kue buatan suaminya. Sedikit mengerutkan keningnya merasakan sesuatu yang aneh pada apa yang tengah ada dalam mulutnya.

“Bagaimana?” Tanya Taemin hati-hati melihat EunRim yang hanya diam.

“Kau pasti terlalu banyak memberikan susu, tapi aku suka. Cokelatnya pekat sekali, pasti kau tambah dari resep, kan? Laluuu, uh ini asin.” Komentar EunRim. Taemin seketika lemas mendengar komentar istrinya. Membuat sekilas EunRim tersenyum senang.

“Padahal aku sudah membuatnya sesuai resep.” Taemin mengerucutkan bibirnya kesal. Dan saat itulah EunRim tidak bisa untuk tidak terkekeh melihat suaminya yang secara tidak langsung tengah ber-aegyo.

“Berhenti ber-aegyo Oppa, itu tidak lucu.” Taemin hanya tersenyum senang melihat istrinya tengah tersenyum.

“EunRim-ah,”

“Hm?”

“Maafkan aku,” Taemin menunduk saat mengucapkannya. Membuat EunRim kebingungan dengan tingkah lelaki disampingnya ini.

“Maksudmu?”

“Maafkan aku telah menghancurkan dapur kesayanganmu. Seharusnya aku tid—a,”

“Sudahlah Oppa, tidak apa-apa. Tidak seharusnya juga tadi aku meninggalkanmu.”

“Kenapa begitu?” Tanya Taemin bingung.

“Apa kau pikir aku begitu bodoh? Kau bisa apa dalam urursan dapur? Aku bahkan tidak percaya jika kau benar-benar membereskan dapur. Dan aku pun tidak yakin kau telah membersihkan semua peralatan dengan bersih. Dan jangan-jangan, oh astaga, bisa saja dapurku banjir karena ulahmu.”

Penjelasan EunRim membuat Taemin tersenyum kikuk. Istrinya memang luar biasa hebat. Ia meraih piring berisi brownies yang baru saja ia buat dan dengan segera memeluk EunRim dari samping. Membuat wanita itu terkejut dan terdiam.

“Apa yang kau lakukan?”

“Memelukmu,”

“Menyingkirlah,”

“Hm? Aku menyukai ini,”

“Kau merayuku?”

“Menurutmu?”

“Menurutku begitu. Kau pasti ada maunya jika seperti ini.” Temin refleks tertawa mendengar tuturan EunRim yang terlampau jujur itu.

“Aku memang sedang menginginkan sesuatu. Dan kau, harus membantuku.” Taemin mengerling membuat EunRim mundur dengan seketika.

“Ap—apa maumu?” Dengan tergagap EunRim pun bertanya. Melihat itu Taemin hanya tertawa setan.

“Kau memang sangat pandai sayang. Dapur dan semua peralatannya memang sama sekali belum kubersihkan. Dan ya, kau tahu, aku memang benar-benar membuat dapurmu banjir, hahaha. Bisa bantu aku membereskan itu semua, kan?”

“MWOYA?!”

THE END

———————————————————————————————————————————–

Ohohooo~~
Halooo semua, bertemu lagi dengan aku di last part.
Nah itu dia mini fanfic yang udah aku buat.
SORRY FOR THE TYPOS AGAIN YEAAAA~~
Gimana hasilnya? Ancurrr ya?
Iya aku tau kok kalo ini ancurrr ;;;;
Walaupun ancur, aku tetep butuh saran dan komentar kalian guys!
Jangan lupa komen yah ^^
Makasih buat semua novel dan cerpen yg pernah aku baca sebelumnya.
Yang udah ngasih aku inspirasi dalam membuat ini fanfic.
Makasih juga buat beberapa adegan di FTV yang pernah aku tonton.
Makasih buat semuanya, makasih buat yang sudah nungguin fanfic abal ini.
Terimakasih banyaaaaakkkk~~~
Aku sayang kaliaaannnn kawaaannsss...♥♥♥♥♥♥

2 thoughts on “[PROJECT] Valentine Has Come! #3

  1. ohok, ini cast favorit anda ea?😄

    ini terakhir?buat lagi coba T.T so sweet banget tau. Ini moodbooster banget, pas banget aku baca hari ini :’))) amazingg *.*

    • favorit bangang :p 2 kapel terpapurit sepanjang masa/? wk.

      ohaha ada ya yg suka sm ff beginian rupanya. iya makasih eap dek. kalo ada kesempatan aku buatin deh ^^
      duhh makasih banyak :”) seneng jg kalo ini bs jadi moodbooster kamu🙂
      gomawo for your review sayaaaaaanngggg :*

Say something here ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s